3.2.a.10.2. Jurnal Refleksi
- Minggu 21 Guru Penggerak
M. AGUD IRWANTO
SD NEGERI 5 KATERBAN
CGP ANGKATAN 4 KAB. NGANJUK
Enam langkah yang
dimaksud dalam menyusun refleksi mingguan dengan menggunakan model Six
Thinking Hats adalah sebagai berikut:
- Facts
- Feeling
- Benefits
- Cautions
- Creativity
- Process
Dalam setiap
langkah tersebut, akan diuraikan sesuai dengan apa yang dilakukan oleh seorang
calon guru penggerak setiap minggunnya.
Facts/ Informasi/ Pengalaman yang terjadi
- Minggu
ini saya menyelesaikan LMS pada ruang elaborasi pemahaman, koneksi antar
materi , lokakarya ke – 5 serta aksi nyata. Pengetahuan saya dari modul
ini tentang pemimpin dalam pengelolaan sumber daya terutama bagaimana saya
harus belajar memetakan aset-aset yang ada di sekolah saya, semakin
membuka wawasan saya tentang betapa benyaknya asset yang dimiliki sekolah
sebagai potensi untuk pengembangan sekolah guna mewujudkan pembelajaran
yang berpihak pada murid sesuai dengan visi misi sekolah. Melalui
pendekatan asset based community development, memunculkan rasa optimis
bagi kami untuk selalu melihat sesuatu dari sisi kelebihan yang kita
miliki meskipun kita dihadapkan dengan banyak kekurangan dan
kelemahan.
Feeling/ Perasaan
- Saya
sangat bersyukur mengikuti PGP ini, rasa keingintahuan semakin tinggi
ternyata masih ada banyak hal yang belum saya ketahui dan baru saya jumpai
di modul ini. Saya belajar bagaimana mengelola sumber daya yang dimiliki
sekolah yang dapat mendukung terhadap perubahan Pendidikan yang berpihak
pada murid. Dan saya semakin bersemangat dan optimis atas keberhasilan
Pendidikan Ketika saya dapat berdiskusi berbagi pengalaman baik terkait
pengimplementasian pemimpin dalam pengelolaan sumber daya untuk
menciptakan iklim pembelajaran dan komunitas Pendidikan yang menyenangkan,
merdeka dan berpihak pada murid dengan memanfaatkan segala sumber daya
yang dimiliki sekolah dengan selalu melihat potensi dan asset yang
dimiliki sekolah sebagai pendekatan berpikir.
Benefits/ Hal Positif
- Dalam
aktivitas pembelajaran modul pemimpin dalam pengelolaan sumber daya
akhirnya mendorong saya untuk melakukan pendekatan ke berbagai pihak
disekolah guna melakukan melakukan pengidentifikasian dan pemetaan sumber
daya yang terdapat dilingkungan sekolah yang dapat dimanfaatkan untuk
menunjang kemajuan sekolah. Kemampuan mengidentifikasi dan memetakan
asset, mengoptimalkan cara pandang kita untuk selalu mengedepankan apa
yang menjadi kelebihan dan kekuatan daripada melihat dari sisi kekurangan
dalam mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid sesuai dengan visi
misi sekolah.
Cautions/ Kendala/ Resiko
- Data
sumber daya/asset yang dimiliki sekolah akan valid dan terakomodir
seluruhnya jika dalam proses pengidentifikasian dan pemetaan dilakukan
tidak hanya oleh CGP saja tetapi melibatkan warga sekolah atau
memaksimalkan peran komunitas praktisi. Namun, karena keterbatasan waktu
dan kesibukan masing-masing personil serta rasa kekhawatiran mengganggu
rekan sejawat yang lain, maka proses pengidentifikasian dan pemetaan asset
hanya sebatas dilakukan oleh CGP dan beberapa rekan saja tanpa melibatkan
keseluruhan pihak terkait.
Creativity/ Ide-ide
- Saya
akan mencoba memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh sekolah
untuk dikelola dan dimanfaatkan sebagai kekuatan/modal/ potensi/ aset
sekolah. Kekuatan/aset tersebut merupakan modal yang sangat berharga yang
akan mengubah tatanan ekosistem pendidikan yang merdeka dan berpihak pada
murid. Untuk itu data kekuatan/ aset yang dimiliki sekolah harus
disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah untuk kemudian diketahui,
diidentifikasi, dipetakan dan dimanfaatkan bersama dalam melakukan
perubahan pendidikan yang lebih baik.
Process/ Kesimpulan
- Perubahan
pendidikan bisa dilakukan salah satunya adalah dengan cara mengubah pola
pikir/ cara fikir berdasarkan aset/ kekuatan/ ABCD (Asset Based Community
Development) yaitu dengan memanfaatkan aset/ potensi/ kekuatan dari
hasil pengidentifikasian dan pemetaan sumber daya. Pemanfaatan sumber daya
yang dimiliki sekolah merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk
menciptakan ekosistem pendidikan yang merdeka dan berpihak pada murid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar