Selasa, 31 Mei 2022

Aksi Nyata Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya di SD NEGERI 5 KATERBAN

Aksi Nyata Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya di  

SD NEGERI 5 KATERBAN

Seorang pemimpin pembelajaran harus mampu memetakan 7 aset sumber daya di sekolah yang terdiri atas aset manusia, aset sosial, aset fisik, aset finansial, aset politik, aset lingkungan dan aset agama dan budaya. Pemetaan aset berpedoman pada prinsip Asset Based Thinking atau berpikir berbasis aset untuk memaksimalkan potensi yang ada di sekolah.



Ambil Pelajaran : Kegiatan pembelajaran seperti apa yang menyenangkan bagi murid ?
Hasil tahapan : pembelajaran yang menyenangkan seperti pembelajaran diluar kelas dengan menggunakan permainan yang murid inginkan


Gali mimpi : Apakah pembelajaran yang menyenangkan serta berpihak pada murid dapat meningkatkan motivasi belajar murid untuk mewujudkan merdeka belajar serta memiliki profil pelajar pancasila
Hasil tahapan : dengan membuat pembelajaran yang meyenangkan serta berihak kepada murid maka motivasi belajar akan meningkat karena suasana pembelajaran sesuai dengan apa yang dinginkan murid dan kepemimpinan murid dalam pembelajaran akan dilatih sehingga dapat mewujudkan karakter pelajar pancasila


Jabarkan Rencana : pembelajaran  seperti apa yang menyenangkan serta berpihak pada murid
Hasil tahapan : Pembelajaran yang berdiferensiasi dengan memhami kebutuhan belajar murid serta membimbing murid untuk dapat menjadi pemimpin pembelajaran




Atur Eksekusi atau Deliver : Kegiatan pembelajaran seperti apa yang bisa menyenangkan serta berpihak pada murid
Hasil tahapan : Kegiatan pembelajaran dengan permainan atau games yang mereka inginkan dengan memperhatikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai disamping itu dalam pembelajaran penanaman karakter profil pelajar pancasila dimasukkan sehingga pembelajaran dapat bermakna dan berpihak kepada murid




Untuk memaksimalkan potensi yang ada disekolah seorang pemimpin pembelajaran harus menggunakan manajemen perubahan menggunakan perubahan Inkuiri Apresiatif model BAGJA sebagai cara menginisiasi sebuah perubahan positif berdasarkan aset yang ada untuk tujuan pembelajaran yang berpihak kepada murid. Dalam aksi nyata modul 3.2 ini, saya akan melakukan pemetaan terhadap aset sekolah, berdasarkan aset tersebut, saya bersama komunitas sekolah merancang sebuah perubahan yang bertujuan menciptakan suasan pembelajaran yang menyenangka serta berpihak pada murid dengan aset yang dimiliki oleh sekolah.

A. Latar Belakang

Aset atau sumber daya hal baku dalam menunjang kemajuan sekolah, untuk itu saya mencoba bersama komunitas sekolah memetakan dan mengelola aset yang ada  menggunakan pendekatan Inkuiri apresiatif model BAGJA, dengan model ini akan memaksimalkan manfaat aset bagi ekosistem sekolah dan mendukung pembelajaran dikelas.

Lingkungan sekolah adalah ruang yang sangat berharga bagi penghuninya khususnya murid dan guru, wellbeing  murid akan terbentuk manakala proses pembelajaran murid sangat menyenangkan didukung  dan berpihak pada murid. saya bersama komunitas sekolah berupaya melakukan inisiasi perubahan dengan merancang kegiatan yang menyenang kan serta berpihak kepada murid untuk mewujudkan merdeka belajar dan meciptakan karakter profil pelajar pancasila pada murid.

B.Tujuan

Pemetaan dan pengelolaan aset atau sumber daya dilakukan untuk meningkatkan kemajuan sekolah baik kuantitas maupum kwalitas, meningkatkan kebahagiaan, kesenangan, kenyamanan murid "Well-being", mewujudkan kepemimpinan murid, sekolah yang berpihak kepada murid menuju profil pelajar Pancasila, sehingga sekolah mempunyai harapan peningkatan kualitas pendidikan secara umum. 

C.Tolak Ukur

Tolak ukur inisiasi perubahan di sekolah saya adalah tercapainya suasana sekolah yang menyenangkan serta tercapainya kualitas pembelajaran yang lebih berpihak kepada murid untuk menanamkan profil pelajar pancasila pada murid

D.Dukungan Yang dibutuhkan

Aksi nyata ini diperlukan adanya kolaborasi dan gotong royong semua aset sekolah khususnya aset manusia, Kepala sekolah, teman sejawat, murid, tenaga kepegawaian, komite sekolah, orang tua murid, dukungan sarana prasarana, aset finansial dan semua komunitas terlibat baik aktif maupun pasif.

E. Linimasa Tindakan Yang akan Dilakukan

Dalam melaksanakan aksi nyata ini saya menggunakan prosedur BAGJA antara lain :

1. Buat pertayaan : Bagaimana suasana pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid dan Bagaimana menumbuhkan karakter baik pada murid

Hasil tahapan : suasana pembelajaran yang menyenangkan dapat meningkatkan motivasi belajar pada murid karena pembelajaran berpihak kepada murid

REFLEKSI

Feeling atau Perasaan

Perasaan yang dirasakan saat melaksanakan aksi nyata ini antara lain menyenangkan bisa menumbuh kembangkan kepemimpinan murid, mengelola sumber daya atau aset yang dimiliki sekolah, melatih murid melakukan perubahan-perubahan sesuai impian dan harapan murid tentang pembelajaran yang menyenangkandan berpihak kepada murid.

Finding atau Pembelajaran

Berpikir berbasis aset atau asset based thinking memberikan pembelajaran baik kepada guru maupun murid dari sebuah perubahan, Guru sejatinya menuntun,memfasilitasi murid agar mendapatkan hal yang bermanfaat untuk bekal dalam hidup bermasyarakat.

Future atau Penerapan ke depan

Sebagai pemimpin pembelajaran haruslah bisa memetakan 7 aset atau sumber daya yang ada di sekolah dan mengelola aset atau sumber daya yang ada untuk kepentingan pembelajaran yang berdampak pada murid. Aksi nyata pengelolaan aset sekolah bisa saya terapkan secara konsisten dalam membuat  sebuah perubahan

Hal yang tidak kalah penting adalah mengubah pola pikir khususnya tenaga pendidik dari pemikiran lama yang cenderung negatif, berbasis kekurangan, dan kelemahan ke arah pola pikir positif yang berbasis pada kekuatan yang akan membuka harapan dan impian  bagi murid kita

Sabtu, 28 Mei 2022

3.2.a.10.2. Jurnal Refleksi - Minggu 21 Guru Penggerak

 

3.2.a.10.2. Jurnal Refleksi - Minggu 21 Guru Penggerak

M. AGUD IRWANTO

SD NEGERI 5 KATERBAN

CGP ANGKATAN 4 KAB. NGANJUK


 

Enam langkah yang dimaksud dalam menyusun refleksi mingguan dengan menggunakan model Six Thinking Hats adalah sebagai berikut:

  1. Facts
  2. Feeling
  3. Benefits
  4. Cautions
  5. Creativity
  6. Process

Dalam setiap langkah tersebut, akan diuraikan sesuai dengan apa yang dilakukan oleh seorang calon guru penggerak setiap minggunnya.

Facts/ Informasi/ Pengalaman yang terjadi

  • Minggu ini saya menyelesaikan LMS pada ruang elaborasi pemahaman, koneksi antar materi , lokakarya ke – 5 serta aksi nyata. Pengetahuan saya dari modul ini tentang pemimpin dalam pengelolaan sumber daya terutama bagaimana saya harus belajar memetakan aset-aset yang ada di sekolah saya, semakin membuka wawasan saya tentang betapa benyaknya asset yang dimiliki sekolah sebagai potensi untuk pengembangan sekolah guna mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid sesuai dengan visi misi sekolah. Melalui pendekatan asset based community development, memunculkan rasa optimis bagi kami untuk selalu melihat sesuatu dari sisi kelebihan yang kita miliki meskipun kita dihadapkan dengan banyak kekurangan dan kelemahan. 

Feeling/ Perasaan 

  • Saya sangat bersyukur mengikuti PGP ini, rasa keingintahuan semakin tinggi ternyata masih ada banyak hal yang belum saya ketahui dan baru saya jumpai di modul ini. Saya belajar bagaimana mengelola sumber daya yang dimiliki sekolah yang dapat mendukung terhadap perubahan Pendidikan yang berpihak pada murid. Dan saya semakin bersemangat dan optimis atas keberhasilan Pendidikan Ketika saya dapat berdiskusi berbagi pengalaman baik terkait pengimplementasian pemimpin dalam pengelolaan sumber daya untuk menciptakan iklim pembelajaran dan komunitas Pendidikan yang menyenangkan, merdeka dan berpihak pada murid dengan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki sekolah dengan selalu melihat potensi dan asset yang dimiliki sekolah sebagai pendekatan berpikir. 

Benefits/ Hal Positif 

  • Dalam aktivitas pembelajaran modul pemimpin dalam pengelolaan sumber daya akhirnya mendorong saya untuk melakukan pendekatan ke berbagai pihak disekolah guna melakukan melakukan pengidentifikasian dan pemetaan sumber daya yang terdapat dilingkungan sekolah yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kemajuan sekolah. Kemampuan mengidentifikasi dan memetakan asset, mengoptimalkan cara pandang kita untuk selalu mengedepankan apa yang menjadi kelebihan dan kekuatan daripada melihat dari sisi kekurangan dalam mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid sesuai dengan visi misi sekolah. 

Cautions/ Kendala/ Resiko 

  • Data sumber daya/asset yang dimiliki sekolah akan valid dan terakomodir seluruhnya jika dalam proses pengidentifikasian dan pemetaan dilakukan tidak hanya oleh CGP saja tetapi melibatkan warga sekolah atau memaksimalkan peran komunitas praktisi. Namun, karena keterbatasan waktu dan kesibukan masing-masing personil serta rasa kekhawatiran mengganggu rekan sejawat yang lain, maka proses pengidentifikasian dan pemetaan asset hanya sebatas dilakukan oleh CGP dan beberapa rekan saja tanpa melibatkan keseluruhan pihak terkait. 

Creativity/ Ide-ide 

  • Saya akan mencoba memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh sekolah untuk dikelola dan dimanfaatkan sebagai kekuatan/modal/ potensi/ aset sekolah. Kekuatan/aset tersebut merupakan modal yang sangat berharga yang akan mengubah tatanan ekosistem pendidikan yang merdeka dan berpihak pada murid. Untuk itu data kekuatan/ aset yang dimiliki sekolah harus disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah untuk kemudian diketahui, diidentifikasi, dipetakan dan dimanfaatkan bersama dalam melakukan perubahan pendidikan yang lebih baik. 

Process/ Kesimpulan 

  • Perubahan pendidikan bisa dilakukan salah satunya adalah dengan cara mengubah pola pikir/ cara fikir berdasarkan aset/ kekuatan/ ABCD (Asset Based Community Development) yaitu dengan memanfaatkan aset/ potensi/ kekuatan dari hasil pengidentifikasian dan pemetaan sumber daya. Pemanfaatan sumber daya yang dimiliki sekolah merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang merdeka dan berpihak pada murid.

 

Sabtu, 14 Mei 2022

Ujian Praktik PJOK Tahun 2022

 Ujian Praktik PJOK Tahun 2022

Jurnal Refleksi - Minggu 19

                          3.1.a.10.3. Jurnal Refleksi - Minggu 19

M. AGUD IRWANTO, S.Pd

SD NEGERI 5 KATERBAN

CGP ANGKATAN 4 KABUPATEN NGANJUK

 

Modul 3.1. Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran Dan Modul 3.2. Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

Model 1: 4F (Facts, Feelings, Findings, Future)

Tiba juga di minggu ke-19 pendidikan guru penggerak angkatan 4 Kabupaten nganjuk. Di minggu ke-19 ini ada dua modul yang aktivitas pembelajarannya telah dilakukan.

·    Modul 3.1. Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran aktivitas pembelajaran yang diselesaikan meliputi:

Koneksi  antar materi

Aksi nyata

·  Modul 3.2. Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya yang telah dilalui meliputi:

Mulai dari diri

Eksplorasi konsep mandiri

Eksplorasi komsep forum diskusi

Ruang kolaborasi pengerjaan

Jurnal refleksi minggu ke-19 pendidikan guru penggerak menggunakan model 4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P, dengan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan yang sedang terjadi pada saat penulisan jurnal):

Facts (Peristiwa):

          Modul 3.1. . Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

a.    Koneksi antarmateri

Penyusun membuat kesimpulan (sintesis) dari keseluruhan materi yang didapat, dengan membuat artikel ilmiah terkait Modul 3.1. Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yang dipublish di blog kompasiana dengan tautan:

https://sdnegeri5katerban.blogspot.com/2022/04/koneksi-antar-materi-pengambilan.html

Dalam koneksi materi saya menjawab 9 pertanyaan reflektif untuk menggali sejauh mana pemahaman saya Modul 3.1. Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Saya jadi makin paham materi pengambilan keputusan yang materi tersebut memiliki korelasi dengan pembelajaran sebelumnya yaitu filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu filosopi Patrap triloka, Kegiatan terbimbing yang lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan), kesulitan-kesulitan di lingkungan sekolah yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika, pengaruh pengambilan keputusan yang diambil terhadap pengajaran yang memerdekakan murid-murid, pengaruh seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan terhadap kehidupan atau masa depan murid-muridnya, dan kesimpulan akhir yang dapat ditarik dari pembelajaran modul materi pengambilan keputusan dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya.

b.    Aksi nyata

Di aksi nyata penyusun mempraktikkan proses pengambilan keputusan, paradigma, prinsip, dan pengambilan dan pengujian keputusan di SD Negeri 5 Katerban. Penyusun menjalankan rancangan yang sudah dibuat pada tahap koneksi antar materi dan mendokumentasikan proses yang terjadi dalam bentuk foto dan mengunggahnya sebagai portofolio

Modul 3.2. Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

a.    Mulai dari diri

Aktivitas yang dilakukan dalam mulai dari diri adalah mengingat ulang pengetahuan tentang faktor-faktor yang memengaruhi ekosistem sekolah dan peran pemimpin dalam pengelolaan sekolah dengan mengisi pertanyaan yang ada, merefleksikan hasil jawaban yang dimiliki dari pengetahuan awal tentang materi ini dengan keadaan di sekolahnya, dan mengajukan pertanyaan dan harapan tentang materi ini.

b.    Eksplorasi konsep mandiri

Dalam aktivitas pembelajaran eksplorasi konsep mandiri Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya saya belajar Berpikir berbasis aset dan berpikir berbasis kekurangan/masalah, menggunakan Strategi pengelolaan sumber daya menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (Asset-Based Community Development/ABCD), melakukan Pemetaan sumber daya yang ada di daerah dan sekolah menggunakan tujuh aset/sumber daya berdasarkan pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (Asset-Based Community Development) CGP,  mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ekosistem sekolah,  mengidentifikasi peran pemimpin dalam pengelolaan sumber daya, memahami pengelolaan sumber daya yang ada di sekolahnya dengan menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis Aset (Asset Based Community Development/ABCD), memahami potensi sumber daya yang dimiliki lingkungan sekolahnya, dan mengevaluasi hasil pemetaan potensi sumber daya sekolahnya yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran murid.

c.    Eksplorasi konsep forum diskusi

Di sesi ini saya mendiskusikan beberapa pertanyaan yang terkait materi dari Eksplorasi konsep sebelumnya dengan seluruh CGP dan dipandu oleh fasilitator, memahami potensi sumber daya yang dimiliki lingkungan sekolahnya, mengevaluasi hasil pemetaan potensi sumber daya sekolahnya yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran murid, dan memahami cara berpikir dengan pendekatan asset based thinking.

d.    Ruang kolaborasi pengerjaan

Disesi ini kita diminta untuk memlih rekan dari berbeda jenjang namun masih satu daerah sehingga kami dapat memetakan asset daerah dari setiap kelompok yang dikerjakan secara berkelompok dan akan dipresentasikan tanggal 18 Mei 2022 pada sesi ruang kolaborasi presentasi dari setiap kelompok.

2.   Feelings (Perasaan)

Menikmati setiap alur dari aktivitas pembelajaran yang telah dilalui adalah kunci setiap proses yang dilakukan. Saya jadi makin paham bahwa dalam mengambil keputusan tidak seharusnya melakukan keterburu-buran akan tetapi lakukan dengan berbagai pertimbangan supaya yang diharapkan dari keputusan tersebut dapat tercapai, menghasilkan keputusan yang tepat dan dapat dipertanggung jawabkan serta mampu meminimalisir kemungkinan atau resiko yang akan terjadi dari ketidaktepatan putusan yang diambil. Setiap anak memiliki problematika yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya diharapkan bahwa kita mampu memberikan pelayan prima bagi mereka dengan pengambilan keputusan yang tepat yang dapat menjadikan mereka lebih dewasa dan siap hidup matang mengisi masa depan mereka yang lebih baik.

Menyenangkan dapat menemukan konsep baru. Konsep yang dapat memberikan perubahan ke arah lebih di dunia pendidikan. Bagaimana kita sebagai pemimpin belajar menemukan/mengidentifikasi, mengelola dan mengevaluasi sumber daya yang dimiliki sekolah sebagai kekuatan yang dapat dimanfaatkan dan dimaksimalkan untuk menciptkan sekolah yang lebih berdaya sebagai salah satu ekosistem yang akan menentukan pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik.

3.   Findings (Pembelajaran)

Kita sebagai pendidik merupakan salah satu factor utama yang akan menetukan masa depan anak didik kemudian hari. Di tangan kitalah mereka akan menjadi apa dan menjadi siapa. Kita adalah creator yang akan mengkreasi setiap keunikkan dan potensi mereka untuk bisa berkembang dan melejit sesuai potensi yang mereka miliki. Tugas kita tidak hanya mengajar, memberikan pengetahuan dan pengalaman kita. Akan tetapi harus menjadi inspirator yang menjadikan mereka termotivasi untuk menjadi apa dan menjadi siapa di masa depan. Salah satu kreasi kita adalah dengan pengambilan keputusan tepat dengan proses coaching untuk menjadikan didik memiliki keleluasaan spiritual, emosional, sosial dan intelektual.

Dalam modul pemimpin dalam pengelolaan asset saya belajar bagaimana mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ekosistem sekolah,  dalam modul ini pun saya belajar untuk mengelola sumber daya yang dimiliki dan bagaiman mengelola sumber daya yang ada di sekolahnya dengan menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis Aset (Asset Based Community Development/ABCD) selanjutnya melakukan pemetaan sumber daya tersebut dan mengevaluasi hasil pemetaan potensi sumber daya sekolahnya yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran murid.

4.   Future (Penerapan)

Selanjutnya saya harus terus berlatih dan belajar berhati-hati menentukan sebuah keputusan dengan berbagai pertimbangan. Bahkan jika keputusan sudah diambil pun harus tetap melakukan sebuah refleksi apakah sudah tepat keputusan kita, apakah sudah mewakili aspirasi semua pihak dan sudah mengakomodir seluruh kepetingan dan harapan semua pihak. Akan akan mengaplikasikan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan supaya dapat menghasilkan keputusan tepat dan dapat mengakomodir seluruh kepentingan pihak yang terlibat. Selain itu saya akan coba untuk mengidentifkasi sumber daya yang ada di sekolah Saya yaitu SD Negeri 5 Katerban, melakukan pemetaan dan mengevaluasi hasil pemetaan tersebut. Proses akan dilakukan sebagai upaya perbaikan ekosistem sekolah yang lebih berpihak kepada murid dan mampu menciptakan kemerdekaan belajar, sehingga murid dapat hidup dan berkembang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya.

Salam bahagia

Salam guru penggerak

Rabu, 11 Mei 2022

Tugas Aksi Nyata 3.1.a.10


Tugas Aksi Nyata 3.1.a.10


Tugas Aksi Nyata 3.1.a.10
1. Peristiwa ( Facts )

Latar belakang

Pandemi covid’19 telah mengubah tatanan baik pola belajar, sikap, dan semangat murid, aktivitas belajar menurun, tata karma jauh dari profil pelajar Pancasila, murid terlalu sibuk dengan bermain Handphone, dan bermain dengan teman-temannya. Hal ini juga tidak lepas dari control keluarga serta tempat tinggal murid SDN 5 Katerban. Semua ini menjadi dilema manakala sikap dan akhlak murid menjadi turun drastis sebagai contoh murid kurang menghormati kepada guru, tidak khusuk berdoa di kelas, membuang sampah sembarangan tanpa memperdulikan teguran dari guru.

Alasan Melakukan Aksi

Hal diatas merupakan dilema etika, oleh sebab itu sekolah harus memiliki pilihan apakah mau bangkit dari sekarang tanpa menunggu hilangnya virus covid’19 dari bumi maupun menunggu semuanya normal. Paradigma yang terjadi pada kasus ini adalah jangka pendek melawan jangka panjang. Nilai-nilai religius kami pilih sebagai pondasi penanaman budi luhur murid dengan cara melakukan pembacaan surat surat pendek sebelum jam pembelajaran di sekolah, serta penanaman peduli terhadap kebersihan disekolah karena kebersihan sebagian dari iman melalui pengumpulan, pemilahan sampah, dan sebagian dijadikan hasil karya oleh murid-murid.

2. Perasaan ( Feeling )

Saya sebagai Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 4 dari kabupaten Nganjuk merasa bersyukur, bangga, dan termotivasi dalam melaksanakan program dari materi aksi nyata Modul 3, materi aksi nyata tersebut diharapkan dapat menjadi solusi terbaik semua program di sekolah maupun komunitas pendidikan dalam menjalankan program kerja yang terkendala permasalahan baik masalah intern maupun ekstern melalui penerapan materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dari Modul 3 ini.

3. Pembelajaran ( Finding )


Melalui kolaborasi dan gotong royong warga sekolah, saya dapat mengobservasi, mengevaluasi, dan mengetahui kendala, keadaan yang dihadapi warga sekolah, murid, dan orangtua sehingga saya berkolaborasi dengan sebagai penanaman keimanan sesuai profil pelajar Pancasila, serta membuat karya kreatif dari barang bekas hasil pemungutan dan pemilahan sampah.

Pembelajaran yang didapatkan dalam materi ini bahwa pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengambilan keputusan yang bertanggungjawab dan solusi yang tepat.

4. Penerapan kedepan ( Future )

Kegiatan ini kami usahakan rutin dilakukan sebagai agenda wajib sekolah sehingga sekolah mempunyai nilai plus dalam pembinaan mental spiritual sesuai profil pelajar Pancasila yang kita harapkan. Sebagai seorang guru saya harus cermat melihat keadaan komunitas sekolah beserta warga sekolah apapun permasalahan sehingga semua kendala yang dihadapi dapat terselesaikan dengan cepat, tepat, efisien, menemukan solusi terbaik khususnya yang berpihak pada murid.

Adapun langkah-langkah pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yaitu :

  1. Paradigma yang terjadi pada kasus ini adalah jangka pendek lawan jangka panjang ( short term vs long term ).
  2. Prinsip pengambilan keputusan, berpikir hasil akhir.
  3. Nilai-nilai yang bertentangan dalam kasus ini adalah jangka pendek lawan jangka panjang.

Orang yang terlibat dalam situasi ini adalah saya pribadi, sekolah, murid, orangtua, dan warga sekolah.

Fakta-fakta yang relevan :

  1. Turunnya sikap menghormati antara murid dengan guru.
  2. Nilai-nilai spiritual murid menjadi rendah terbukti terdapat murid yang tidak khusyuk dalam berdoa di dalam kelas.
  3. Mengabaikan kebersihan lingkungan kelas dan sekolah.

Pengujian benar atau salah

  1. Uji legal : kasus ini tidak menyangkut pelanggaran hukum.
  2. Uji regulasi : keputusan yang saya buat tidak melanggar regulasi apapun.
  3. Uji intuisi : keputusan saya membuat program pembacaan surat surat pendek sebelum jam pembelajaran dan memanfaatkan sampah untuk menanamkan nilai-nilai dasar manusia yang akan membuat nyaman semua pihak.
  4. Uji halaman depan koran : saya tetap nyaman apabila kasus ini dipublikasikan karena saya membantu menanamkan nilai-nilai kebaikan dengan mengajak mebaca surat surat pendek sebelum jam pembelajaran dan mengajak anak anak untuk memungut dan memanfaatkan sampah karena banyak murid di rumah tidak hafal surat surat pendek yang dibaca saat sholat, serta melatih murid untuk berkreativitas dan berinovatif dalam berkarya berdasar hasil pengumpulan dan pemungutan sampah.
  5. Uji panutan / idola : saya akan mendukung keputusan yang saya ambil
  6. Pengujian paradigma benar lawan benar : dalam kasus ini paradigma yang dipilih yaitu jangka pendek melawan jangka panjang.
  7. Prinsip resolusi : prinsip penyelesaian dilemma yang digunakan adalah berpikir berbasis akhir ( End-Based Thinking ).
  8. Investigasi opsi trilema : meminta orangtua murid untuk menuntun dan mengawasi supaya murid-murid rajin beribadah dan menanamkan nilai-nilai kebersihan dirumahnya.
  9. Membuat keputusan : keputusannya adalah murid melaksanakan pembacaan surat surat pendek sebelum jam pembelajaran serta melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah untuk dijadikan hasil karya.

Refleksi :

Keputusannya adalah mewajibkan murid untuk melaksanakan pembacaan susrat surat pendek sebelum pembelajaran di sekolah sekitar sebagai bentuk penanaman nilai-nilai keimanan, berakhlak yang baik sesuai profil pelajar Pancasila karena ditengarai banyak murid dirumah tidak hafal surat surat yang dibaca pada waktu sholat, serta penanaman peduli kebersihan karena kebersihan sebagian dari iman dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekolah melalui pemilahan sampah untuk dijadikan karya yang kreatif dan inovatif.

Demikian aksi nyata Modul 3.1 pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yang sudah kami terapkan di sekolah kami